Meski Perih, Itulah Takdirku
oleh MKpnc
Bersama gelap dunia aku bergelut lama
Pekat malam aku ingin bersahabat
Sepertinya aku menginginkan seperti matahari
Kupikirkan akan indah
Membangunkanmu tiap pagi, menemanimu
Setia pada pagi, menunggu hingga keperaduan
Menjadi angin juga ingin kulakukan
Agar bisa mengacak rambutmu
Terlihat sederhana meski tak sengaja
Aku iri jika boleh kubercerita
Bahagia sungguh beruntung
Dia menjadi bagian tawamu
Terkadang lucu menjadi aku
Aku tak bisa melakukan hal sesederhana itu
Di tengah hasrat hati ingin memilikimu
Apalah aku, seberkas embun kecil
Yang kau lihat sementara
Lalu menghilang tertelan indahnya sinar
Sesimpel itu kehadiranku
Dilihat tanpa coba dimiliki
Karena aku hanya pelengkap bukan prioritas
Biarlah ku coba terima takdir ini
Karena memang itulah posisiku untukmu
Kediri, 04 Maret 2018
@mkpnc_
Senin, Februari 25, 2019
Kamis, Februari 14, 2019
penguasa membakar sukma
Penguasa Membakar Sukma
Oleh MKpnc
Sukma yang menyebar
Enggan kembali pada jiwa beku
Apa yang terjadi
Otoriter pemimpin memaksa
Bernapas longgar demi penguasaan
Pemersatuan apa yang dijanjikan
Kenyamanan apa yang akan diwujudkan
Makam suci pun sering tergusur
Demi kebijakan sepintas
Itulah cara membakar sukma tanpa dosa
Tertawa diatas mayat jembatan
Makan bebas di tengah nanah ibukota
Siapa malaikat sesungguhnya
Pilihan kembali tewas meski dosa
Lebih suci dari hormat pada ular bermata singa
Langganan:
Postingan (Atom)
Jalan Yang Patah
Pojok oleh Mika Panca Cerita ini berupa macam alurnya Baik mundur mengingat kejadian lalu Maju merangkai masa depan Campuran dengan berbagai...
-
Meski Perih, Itulah Takdirku oleh MKpnc Bersama gelap dunia aku bergelut lama Pekat malam aku ingin bersahabat Sepertinya aku mengingin...
-
TERCIPTA TANPA SENGAJA OLEH MIKA PANCA ... MENEBAR RINDU YANG MENJELMA TUMBUH BESAR RASA INGIN BERSENDU KAMU WUJUD YANG SEDANG...