Raga, aku tidak berjanji untuk selalu bisa bercerita
Jiwa, aku akan tetap menjadi yang tertanam
Aku, selalu berusaha untuk menjadi yang mengobati
Kamu, tetaplah menjadi sesuatu yang kudoakan
Sepatah dua patah kata yang tergurai
Adalah setiap doa yang selalu ingin terpanjat
Hujan, adalah saksi sebuah cinta pernah luntur
Rumput, adalah karpet terakhir perpisahan itu
Waktu, adalah masa jarak mulai membelenggu kita
Kesepian, adalah dia yang selalu menyapa saat ini
~MKpnc
Surabaya, 10 Desember 2018
Senin, Desember 10, 2018
Minggu, November 25, 2018
gubuk terakhir
Gubuk Terakhir
Oleh MKpnc
Oleh MKpnc
Tidak ada yang berubah
Gubuk itu masih sama
Tidak hancur bahkan tumbang
Jika kau lelah
Mampirlah, istirahat
Ada jamuan kecil di dalamnya
Jangan takut
Tak ada harimau yang menerkammu
Suasana masih sama, santai
Semua baik-baik saja
Tetap kujaga meski sunyi
Gubuk itu masih sama
Tidak hancur bahkan tumbang
Jika kau lelah
Mampirlah, istirahat
Ada jamuan kecil di dalamnya
Jangan takut
Tak ada harimau yang menerkammu
Suasana masih sama, santai
Semua baik-baik saja
Tetap kujaga meski sunyi
Surabaya, 24 November 2018
Sabtu, November 24, 2018
Re
Kembali
oleh MKpnc
kembali bangkit meski kau rapuh
bahkan terkesan hancur kali ini
meski akan ada terlihat berbeda
entah tak rata bahkan retak
bukan masalah,
polesan lain bisa ditumbuhkan
untuk luka yang ada
jangan risau akan kembalinya dirimu
kau akan kembali istimewa
setelah memuntahkan kesalahan
karena gunung pun menyuburkan
setelah mengeluarkan lavanya
#salamdariBromo
Surabaya, 24 November 2018
Kamis, November 22, 2018
Jeruji Tempurung
Tempurung Jati Diri
Oleh MKpnc
Aku menemui dia, dalam suatu ruangan yang
sama
Kami berusaha untuk saling mengenal dan
bersahabat
Kupikir bisa untuk lebih dalam saling
memahami
Ternyata dia tumbuh bersama ego besar
Ego yang membuatnya lebih memilih tak mengenal
siapapun
Mengganggap semua seakan tak sehebat dia
Pengajaran ego yang salah masuk jiwa polosnya
Tak seharusnya gadis sebaik dia terluka oleh
bayangan semu
Tertindas oleh penguasaan sebuah kehormatan
Sedih rasanya melihat gadis itu terpojok
dalam lamunannya sendiri
Tiada teman yang mampu menyamankan dirinya
Kecuali sebuah kebesaran yang berposisi sama
Jati diri yang tersembunyi dalam kekuatan
besar sebuah kehormatan
Dia hidup seperti katak yang terkurung
Surabaya, 22 November 2018
Minggu, November 18, 2018
PUISI UNTUK BUNDA
Cita-cita untuk Bunda
Oleh MKpnc
Aku mengenalnya begitu kuat
Tabah, mandiri dan tegar
Dalam setiap upaya menjaga semua
Agar terlihat baik-baik saja
Seakan tak terjadi kesalahan apapun
Terlihat air
mengalir di himpitan wajah
Yang mulai menua dan keriput
Aku memahamianya sebagai sosok malaikat
Dia selalu ada menjaga
Kasih yang tak pernah luntur dan adil
Aku menjaganya untuk tetap membuatnya
tersenyum
Aku berusaha untuk tak melukainya
Dengan selalu berusaha mngejar impianku
Aku tak pantas untuk mengecewakan
Harapan yang dimiliki oleh seorang Ibu
Anak-anak adalah sumber bahagia satunya
Tak peduli Ia berkorban sedemikian rupa
Hingga aku tak akan lagi putus asa
Karena dialah alasan aku bertahan di kota
orang
Dia ingin melihat anaknya menjadi seorang
penulis hebat
Dikenal banyak orang dengan prestasi
hargai orang lain
aku berusaha untuk elalu menghargai orang lain, karena aku hidup dalam dunia yang begitu ramai. aku tak sendiri, aku butuh teman untuk berkeluh kesah. aku selalu berfikir sejahat dan setakpeduli apapun orang lain ke kita. jangan pernah kembali melakukan hal yang sama. jika kau tak ingin dikatakan sama dengan mereka.
jangan lupa follow @mkpnc_
Selasa, Oktober 30, 2018
Sajak Individu
Kamar Seorang Pesimis
oleh MKpnc
Mentari bersinar terang pagi ini
Menyinari bumi tanpa ragu lagi
Menyisingkan semua awan putih
Mungkin ingin diperhatikan banyak orang
Berbeda..
Detik ini aku tak sesuai keadaanmu
Aku lebih redup dari biasanya
Aku berteduh di tempat berbeda
Terduduk sendiri di tengah kilauan
Aku sebuah lumpur dalam lantai marmer
Berbeda..
Argumenku lebih cepat dari biasanya
Berkeringat lebih deras dari yang ada
Aku duduk terdiam
Menatap sekeliling
Aku siapa ? Ruang apa ini ?
Tak sepasang mata pun melihatku
Enggan, atau mungkin malu
Aku terperangkap
Keadaan diriku adalah debu
Aku terjerembab
Lumpur lengket yang bau
Aku patah
Hingga aku terjatuh dan tersapu angin
Surabaya, 30 Oktober 2018
Kamis, Oktober 25, 2018
Kekacauan Masa
seseorang pasti punya suatu masa
dimana ia menyebut waktu itu kebodohan
ia melakukan kekacauan
entah emosi, balas dendam, berbohong
saat itu adalah waktu
penutup otak butuh sandaran bahu
bahu siapapun yang lebih kuat dari nya kala itu
bukan untuk mengeluh
hanya menutupi agar orang tak menggangap dia lemah
sandaran untuk sebuah tangisnya
hingga orang lain akan berpikir
bahwa dia hanya sedang letih
tidak menyesal dan menangis
masa terbodoh pastilah terjadi
sebaik apapun seseorang
hati tak pernah setulus air dalam daun talas
-MKpnc
follow me on instagram @mkpnc_
Langganan:
Postingan (Atom)
Jalan Yang Patah
Pojok oleh Mika Panca Cerita ini berupa macam alurnya Baik mundur mengingat kejadian lalu Maju merangkai masa depan Campuran dengan berbagai...
-
Meski Perih, Itulah Takdirku oleh MKpnc Bersama gelap dunia aku bergelut lama Pekat malam aku ingin bersahabat Sepertinya aku mengingin...
-
TERCIPTA TANPA SENGAJA OLEH MIKA PANCA ... MENEBAR RINDU YANG MENJELMA TUMBUH BESAR RASA INGIN BERSENDU KAMU WUJUD YANG SEDANG...
